- Monev Persiapan Proklim di Kelurahan Sindurjan
- Assessment Eliminasi Malaria Tahun 2026
- Konferensi Kepala Desa dan Lurah se Kecamatan Purworejo
- Rakor Uji Teknis Pembangunan SPBU di Jalan Jenderal Sudirman
- Pembangunan Jembatan Gantung di Desa Semawung
- Silaturahmi Halalbihalal PWRI Kecamatan Purworejo
- Fasilitasi dan Pembinaan BUMDes/BUMDesma serta Sosialisasi Pemeringkatan BUMDes di Kecamatan Purworejo
- Peletakan Batu Pertama Pembangunan Koperasi Desa Donorati
- Pembinaan Ketua RT dan RW se Kecamatan Purworejo
- Tasyakuran dan Pembukaan SPPG di Kelurahan Kedungsari
Konferensi Kepala Desa dan Lurah se Kecamatan Purworejo

Keterangan Gambar : Konferensi Kepala Desa dan Lurah se Kecamatan Purworejo
Kecamatan Purworejo — Kecamatan Purworejo menggelar kegiatan konferensi Kepala Desa dan Lurah se-Kecamatan Purworejo pada Rabu, 15 April 2026 pukul 09.00 WIB, bertempat di Pringgitan Kecamatan Purworejo.
Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Purworejo Kusairi, A.P., M.M., para kepala desa dan lurah, serta perwakilan instansi terkait seperti Puskesmas dan penyuluh pertanian lapangan (PPL). Dalam konferensi tersebut dibahas berbagai program lintas sektor yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat.
Dari sektor kesehatan, Puskesmas menyampaikan beberapa hal penting, di antaranya program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk institusi yang masih menunggu jadwal resmi, serta pelayanan Jamkesda yang diharapkan tetap mengedepankan kemudahan bagi masyarakat meskipun terdapat kendala administrasi. Selain itu, disampaikan pula bahwa proses klaim Jamkesda memerlukan dokumentasi berupa foto geotag bersama pasien.
Permasalahan kesehatan lingkungan juga menjadi perhatian, seperti dampak asap pembakaran arang yang berpotensi menyebabkan pneumonia. Terkait hal tersebut, Camat Purworejo akan berkoordinasi dengan dinas lingkungan hidup, serta menghimbau kepala desa dan lurah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Selain itu, diinformasikan pula agenda penilaian eliminasi malaria oleh Kementerian Kesehatan dan Balkesmas yang akan dilaksanakan di wilayah Cangkrep.
Dari sisi pemerintahan, Camat Purworejo menekankan capaian Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) triwulan I yang belum memenuhi target sebesar 8 persen, serta mendorong percepatan pada triwulan II dengan target 40 persen. Camat juga mengingatkan agar SPPT telah disampaikan kepada masyarakat paling lambat 30 Maret dan perubahan data disampaikan maksimal 31 Mei.
Selain itu, disampaikan pula beberapa kebijakan dan informasi, antara lain terkait regulasi terbaru (PP Nomor 16 Tahun 2026 dan UU Nomor 3 Tahun 2024), rencana penerapan work from home (WFH) pada hari Jumat sebesar 70 persen, serta percepatan pembangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Pemerintah desa dan kelurahan juga diingatkan untuk tertib dalam pengadaan barang dan jasa melalui e-purchasing serta pengelolaan dana desa melalui sistem yang dapat dipantau oleh inspektorat.
Sementara itu, dari sektor pertanian, PPL menyampaikan pentingnya pelaporan kegiatan melalui kelompok tani, serta perkembangan penyerapan gabah yang telah mencapai sekitar 25 ton di beberapa wilayah. Disampaikan pula adanya bantuan cadangan pangan berupa 10 kg beras bagi petani yang mengalami gagal panen akibat serangan hama.
Program lain yang dibahas meliputi rencana pertemuan rutin kelompok tani, penguatan kelembagaan petani, percepatan penebusan pupuk subsidi, serta antisipasi kondisi cuaca ekstrem berdasarkan prediksi BMKG. Selain itu, terdapat berbagai usulan program seperti pembangunan irigasi, pompanisasi, sumur bor, bantuan benih, hingga pengadaan alat pengering gabah (vertical dryer).
Kegiatan konferensi berlangsung dengan lancar dan penuh partisipasi aktif dari seluruh peserta. Diharapkan melalui forum ini, koordinasi lintas sektor semakin kuat sehingga pelaksanaan program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat di Kecamatan Purworejo dapat berjalan lebih optimal.(why)
17.jpg)
.png)


